Rabu, Mei 27th, 2009 | Author:

Ada jargon yang selama ini sedikit melenceng di masyarakat kita. “Komputer ya Windows, Linux ya Ubuntu“.

Memang masyarakat kita tidak salah, apalagi pertama kali komputer masuk ke Indonesia berupa DOS (asal mula Windows yang kini sudah ada wajahnya). Sementara Linux mulai terkenal belakangan dan Ubuntu adalah salah satu komunitas terbesar yang ada sampai saat ini.

Kemaren ada satu kejadian yang menimpa boss soal “sistem operasi” ini. Beliau membeli sebuah notebook middle end tanpa bundling sistem operasi. Pertama kali dibuka, ternyata isinya Ubuntu. Begitu masuk, ternyata tidak di set untuk auto login, dan salahnya si penjual tidak menyertakan username dan password, beliau telpon si penjual dan teman saya googling untuk reset password di Ubuntu. Kebetulan saya sendiri sedang di luar. Akhirnya notebook itu dikembalikan untuk di instal Windows XP yang gak tau itu bajakan atau lisensi.. (karna Saya gak ada kepentingan disitu) nah lho..

Padahal, untuk pekerjaan sehari-hari Linux sudah cukup memadai. Aplikasi Office, Internet, desain grafis, audio dan video semua sudah mencukupi, tinggal bagaimana membiasakan user untuk bertemu sistem operasi yang baru. Sebenarnya tidak ada yang beda dalam penggunaan, hanya dalam tingkat expert terutama untuk troubleshooting dan pekerjaan khusus, seperti aplikasi pemetaan dan geologis (yang pernah saya temui) masih belum bisa di integrasikan ke dalam Linux.

Sebenarnya apa sih yang kita butuhkan dari sebuah sistem operasi komputer selain dari kegunaannya…? Kegunaannya sudah jelas, yaitu untuk pekerjaan sehari-hari kita. Selain itu..? Menurut Saya sebuah sistem operasi itu selain fungsinya terpenuhi, free untuk sehari-hari apalagi untuk kegiatan non-komersil, tidak dibatasi pada fungsi tertentu saja, artinya kita bisa mengembangkan sendiri fungsi-fungsi yang ada (yang ini sih sudah masuk tahap expert berupa pengembangan software) memiliki integritas dalam kehidupan kita yang artinya apa yang kita dapat memang yang kita butuhkan.

Lalu ada apa dengan Windows…? Hal yang sangat mengganjal Saya adalah Windows tetap harus membayar walaupun untuk tujuan non-komersil, padahal sekarang sudah cukup banyak aplikasi yang cukup membayar hanya jika membutuhkan support dari si pembuat aplikasi, termasuk beberapa linux yang menyediakan support untuk versi berbayar mereka.

Sementara Linux juga tidak hanya terpaku pada Ubuntu, masih banyak Distro lain yang bisa dimanfaatkan. Sepotong kata-kata mas andri “U’re d distro, U’re d rule“. Sejauh ini saya tahu beberapa distro induk besar seperti RedHat, Debian, Slackware, dan FreeBSD, dan yang lain adalah distro-distro turunan distro besar itu.

So.. Saya mengajak pembaca untuk semakin cerdas, tidak hanya menggunakan apa yang disodorkan tetapi juga aktif. Karena apa yang disodorkan belum tentu itu yang dibutuhkan.. 😉

Tags: , Category: Komputer, Life style
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. You can leave a response, or trackback from your own site.

3 Responses

  1. 1
    bayu 

    heheheheheh….

    nambah komen dzay :p

    jangan bilang linux itu ya ubuntu…
    ntar kamu di protes loh… :p

    kalo di indo, sejarahnya…. maksud sejarah distro linux terkenal, dari awal adalah :

    slackware
    redhat
    mandriva – suse (mandriva selama 5 taon jadi jawara di indo)
    trs gara² ada cd gratisan dari ubuntu, jadi deh kalah…
    hahahahha….
    idup UBUNTU !!!

    eh no flame ding :p

  2. 2
    dzay 

    hahahaha…
    matur nuwun masukannya mas Bay…

  3. 3
    ovan 

    ikutan komen ah….
    meskipun ndak tau mau komen apa, pokoke linux lah….

Leave a Reply » Log in


You must be logged in to post a comment.