Minggu, Februari 20th, 2011 | Author:

Kultwit (kuliah twit) dari @MirLes tentang aksi penarikan film hollywood

  1. Kita harus sadar bahwa mendapatkan akses menonton film lokal maupun asing adalah hak masyarakat yg harus dijaga & dipertahankan.
  2. Pajak film tidak hanya dibebankan kepada film asing, film Indonesia juga menderita karena tekanan pajak yg berat. Hanya saja…
  3. Para pengedar film asing lebih kompak daripada pembuat film Indonesia. Mereka serempak memboikot perlakuan yg tidak adil ini..
  4. Sementara para pembuat film Indonesia tercerai berai sibuk dgn kepentingan masing2 atau sibuk membuat kubu ‘moral’ & ‘anti moral’
  5. Membayar pajak adalah kewajiban masyarakat, tak terkecuali pembuat, pengedar dan penonton film. TAPI…
  6. Adalah KEWAJIBAN PEMERINTAH untuk menyalurkan kembali penghasilan pajak film (alias uang rakyat) bagi kepentingan perfilman.
  7. Artinya, dgn beban pajak yg tinggi, seharusnya penonton lbh leluasa menikmati film & pembuat film juga lbh leluasa membuat film dst.
  8. Sekarang, pajak film berlebihan & perfilman tetap terbelakang. Sekolah film saja cuma segelintir & berdiri tanpa dukungan pemerintah.
  9. Lucunya, banyak yg menganggap hilangnya film asing di bioskop kita akan menguntungkan perfilman Indonesia. Menurut saya sebaliknya!
  10. Siapapun sadar, kualitas film Indonesia masih banyak yang dibawah standar. Karenanya…
  11. Masih sangat dibutuhkan film2 asing yg bermutu untuk ditonton/ dipelajari baik oleh pembuat maupun penonton film di Indonesia.
  12. Dan yg saya maksud dgn ditonton, tentunya di gedung bioskop, bukan melalui dvd bajakan.
  13. Pemboikotan peredaran film asing di Indonesia adalah langkah cerdas. Ada ketidakadilan pajak & mereka bertindak. Siapa yg rugi?
  14. Yang rugi penonton: Kehilangan film bermutu, Bioskop: Kehilangan penonton…akhirnya tutup…lalu Film Indonesia: Kehilangan bioskop!
  15. Hak kita telah dirampas. Bebaskan perfilman dari pajak yang berlebihan & salurkan pajak film ke pendidikan film di Indonesia!

Tags: Category: Ini Duniaku
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.