Sabtu, Mei 07th, 2011 | Author:

Tiba-tiba terlintas di pikiran. Apa yang akan terjadi di Indonesia 10-15 tahun yang akan datang ketika sumber daya alam yang sekarang dibanggakan seperti minyak, batu bara, dan energi alam yang lain mulai tidak mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia sendiri.
Sebenarnya tidak perlu jauh-jauh ke depan. Sekarang saja masyarakat kita kesulitan mencari premium. Dengan alasan harga internasional yang melonjak, pemerintah mengurangi jatah subsidi. Lho?!
Kita tarik ke belakang sedikit dimana asal muasal minyak itu. Bukankah minyak itu diambil dari tanah Indonesia? Menggunakan tenaga kerja yang sebagian besar orang Indonesia, dan dijual kepada MASYARAKAT INDONESIA. Lalu kenapa harga internasional yang jadi patokan.
Silahkan mencibir saya karena ketidaktahuan tentang hal ini, tapi memang inilah yang jadi pertanyaan besar dimana dulu sebelum masa reformasi harga minyak tidak menggila seperti sekarang. Tidak bisakah para “pemegang kekuasaan” berpikir tentang kebutuhan masyarakat Indonesia tanpa dihubung-hubungkan dengan patokan internasional yang kita sendiri tidak mengerti? Cobalah kita mudahkan saja. Minyak kita ambil dari tanah kita oleh orang kita dan seharusnya dijual dengan patokan kemaslahatan kita semua.
OK. Ini semua sudah terjadi. Terlalu banyak berpikir ke belakang akan memandulkan otak kita. Sekarang kita mencoba kreatif berpikir ke depan tentang apa yang akan terjadi dengan sumber daya alam kita 10-15 tahun ke depan dan bagaimana menghadapinya.
Sebuah ide yang tiba-tiba terlintas di kepala saya. Silahkan anda puaskan penggunaan energi yang ada sekarang. Silahkan pergunakan apa yang ada sekarang tapi harus ada keseimbangan.
Maksudnya apa? Apa salahnya kita menghabiskan sumber daya, menghamburkan sejumlah energi asal tujuannya untuk pengembangan energi di masa depan? Jangan tutupi kreatifitas kita dengan pertimbangan-pertimbangan yang sebenarnya kita tahu jawabannya. Akan ada pengorbanan di setiap perjuangan. Benar kan? Syaratnya perjuangannya jelas dan pengorbanannya bisa se-optimal mungkin.
Mari berpikir apa yang bisa kita lakukan untuk 10-15 tahun ke depan.

Salam kreatif!!!

Posted with WordPress for BlackBerry.

Category: Ini Duniaku, Munajat
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.