Rabu, Mei 18th, 2011 | Author:

Otak adalah mesin biologis yg sangat rumit. Dunia nyata ini teramat kompleks, sehingga seleksi alam mengaruniai kita otak yg sangat pruralis.

Setiap apa yg kita lakukan dengan sadar atau tidak sepenuhnya kita sadari sesungguhnya itu adalah hasil #keputusan kerja otak kita.

Selama ribuan tahun, manusia (tidak semua tentunya) ingin tahu bagaimana cara kita membuat satu #keputusan.

Berabad2 pemikir dan filsuf mencoba merumuskan teori2 terperinci ttg proses pembuatan #keputusan dg mengamati perilaku manusia dari luar.

Sejak jaman Yunani kuno asumsi2 tsbt selalu berkutat pada tema tunggal, bahwa manusia adalah organisma yang rasional. #keputusan.

Saat membuat #keputusan, manusia sering diasumsikan menganalisa berbagai pilihan scr sadar, menimbang kelebihan-kekurangannya scr seksama.

Dengan lain kata, kita diasumsikan sbg organisme yg logis, yg berhati2. Ide sederhana ini melandasi filsafat Plato & Descrates. #keputusan.

Asumsi tersebut juga membentuk dasar2 ilmu ekonomi, mengarahkan riset2 tentang kognisi selama puluhan tahun.

Singkatnya, asumsinya, ciri manusia adlh rasionalitas. Celakanya, asumsi tentang rasionalitas manusia ini adalah SALAH. #keputusan

Sebut saja jika seorg pilot hrs mengambil #keputusan saat genting, harus dilakukan dlm hitungan detik, rasionalitaskah yg berperan?

Dlm keadaan genting, pilot tdk akan sempat memikirkan berdasar penjelasan2 aerodinamika, #keputusan diambil bukan berdasar rasionalitas

Lantas bagaimana proses2 pengambilan #keputusan terjadi.Utk pertamakalinya dlm sejarah manusia, pertanyaan2 ini skrg dapat dijawab dg tepat

Sekarang manusia sudah bisa melihat & mengamati kerja otaknya scr langsung, tahu bagaimana cara dirinya berfikir & mengambil #keputusan

Akhirnya diketahui, bahwa ternyata seleksi alam tidak merancang manusia untuk menjadi organisme rasional. #keputusan

Sebaliknya, otak manusia justeru tersusun atas jaringan rumit antarbagian yg lebih banyak melahirkan emosi, bukan rasionalitas. #keputusan

Setiap kali manusia membuat #keputusan, otaknya diliputi emosi, didorong olh hasrat2 yg tdk terjelaskan secara rasional.

Bahkan ketika manusia berusaha berfikir rasional dan menahan emosi, impuls2 sirkuit emosinya secara diam2 mempengaruhi #keputusan nya

Saat genting,justeru impuls2 emosi di otak pilot lah yg menggerakkan pola2 aktifitas mental yg membantu #keputusan mendarat dengan selamat.

Ini tidak berarti bhw otak kita tlh diprogram membuat #keputusan dg baik. Intuisi bukanlah alat ajaib yg bisa menyelesaikan semua masalah.

Adakalanya, emosi menjerumuskan kita dan mendorong kita melakukan segala macam kesalahan yg sebetulnya bisa diprediksi. #keputusan

Otak manusia punya korteks untuk menalar secara rasional, tapi toh lebih sering kalah oleh pengaruh sirkuit emosi, ini wajar. #keputusan

Memang benar bahwa membuat #keputusan yang baik mensyaratkan pemanfaatan semua sirkuit pada belahan otak kanan dan kiri.

Selama berabad2, manusia memandang dan memperlakukan sifat dirinya begini atau begitu (either/or). #keputusan

Manusia dihakimi sbg rasional atau irasional. Kita meyakini statistika atau mengikuti insting kita. Appologian vs Doinysian. #keputusan

Dikotomi2 macam itu bukan hanya salah, tapi juga merusak. Sesungguhnya tdk ada solusi universal atas masalah pembuatan #keputusan

Dunia nyata ini benar2 teramat kompleks. Akibatnya, seleksi alam menganugerahi kita sebuah otak yang sangat pluralis. #keputusan

Kadang, kita perlu memikirkan berbagai alternatif yg ada dan secara teliti menganalisa kemungkinan2nya. #keputusan

Tapi kadang2, di saat dan konteks yg berbeda, kita perlu mendengarkan sirkuit emosi kita, mengikuti perasaan2 kita. #keputusan

Tentu saja kita perlu tahu kapan hrs menggunakan 2 cara pikir yg berbeda ini. Kita mesti memikirkan bagaiman cara kita berfikir. #keputusan

Awalnya, tampak tidak biasanya dan terasa janggal jika kita membicarakan #keputusan dari perspektif cara kerja internal otak manusia.

Selama ini, kita memahami pilihan2 kita tanpa tahu bahwa bagian2 otak sesungguhnya saling berkompetisi dlm lahirnya sebuah #keputusan.

Cara baru untuk memahami perilaku manusia dari dalam dirinya ini telah menyingkap banyak hal mengejutkan. #keputusan

Sangat mengejutkan, bhw segumpal protein dan lemak seberat 1,4 kg yg berada di dlm kepala menentukan seluruh #keputusan anda.

Otak memunculkan pertimbangan sirkuit emosi (perasaan) dab pertimbangan sirkuit rasional, hasil pertentangan ini menghasilkan #keputusan

Dari #keputusan remeh spt memilih coklat di pasar swalayan sampai keputusan2 besar yg mengandung dilema moral, otaklah yang melakukan.

Pengetahuan tentang cara kerja mesin biologis bernama otak ini sangat berguna utk mendapat manfaat termasuk dlm pengambilan #keputusan.

Thanks to dr @ryuhasan untuk sharingnya J

Category: Ini Duniaku
You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0 feed. Both comments and pings are currently closed.

Comments are closed.